Warta Komsos Kas

Kekhasan Kirab Salib Kota Yogyakarta


OMK Rayon Kota Yogyakarta mengangkat tema besar Bregada dalam rangkaian acara Kirab Salib di Rayon Kota Yogyakarta. Bregada diambil, karena merupakan salah satu bentuk panggilan hidup sebagai seorang abdi Dalem. Abdi Dalem disini berbeda artinya dengan pelayan/pembantu biasa. Karena sesungguhnya abdi Dalem bekerja melayani tuannya secara tulus dan ikhlas, tanpa mengharapkan suatu upah apapun. Seorang abdi Dalem melayani atas dasar rasa syukur sehingga pengabdian yang ia berikan adalah salah satu bentuk ungkapan syukur dan doa atas anugerah hidup yang selama ini ia terima.

Bregada sendiri berarti prajurit, atau pasukan. Di Keraton Yogyakarta sendiri ada belasan Bregada, dan tersebar di berbagai daerah. Ada bregada lombok abang, bregada patang puluhan, dkk. Bregada yang mana adalah abdi Dalem dalam suatu pilihan menjadi pasukan, berarti memiliki makna bahwa ia telah dengan sadar untuk mengabdikan hidupnya dengan rasa syukur sebagai seorang prajurit, pengawal atau pengaman Raja. Dalam bertugaspun, seorang bregada akan berani bertaruh nyawa demi keselamatan sang Raja.

Makna dan tujuan dari Abdi Dalem dan sikap Ksatria Bregada inilah yang diangkat oleh OMK Rayon Kota Yogyakarta. Kita sebagai murid Kristus telah dengan rela hati untuk dibabtis, yang berarti telah rela untuk diutus, diutus melawan kehendak jahat. Sama halnya dengan Kristus yang turun ke dunia menderita sengsara dan mengalahkan maut, kita pun sebagai murid-muridnya juga harus siap menderita dan mengalahkan maut (kehendak jahat) dalam diri kita.

Semangat dan sikap yang dimiliki oleh seorang abdi Dalem adalah kerendahan hati, tidaklah pantas seorang abdi Dalem untuk menuntut dan memaksa seorang Raja, karena sesungguhnya sapaan Sang Raja secara personalpun adalah suatu kehormatan tersendiri padanya. “Ya Tuhan aku tak pantas Engkau datang kepada saya, namun bersabdalah saja maka aku akan sembuh”, merupakan kalimat yang senantiasa kita daraskan ketika Sang Raja abadi hendak masuk dalam diri kita, tanda bahwa kita hendaknya merendahkan hati dan diri dihadapan Sang Raja Alam Semesta, bagai seorang abdi Dalem dalam melayani Raja.

Oleh karena itu, marilah kita semakin menyiapkan diri dalam mengabdi Sang Raja Abadi itu. Seperti halnya Ia yang telah turun ke dunia untuk melayani kita, “ Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang."  (Mrk 10:45). Melalui “samir’, salah satu simbol seorang abdi Dalem. “Samir’ dengan kombinasi warna merah dan emas, merah yang menandakan sikap Martiria, dan emas tentang Kemuliaan. Kita diajak untuk berani melayani Allah dengan sikap martiria demi kebesaran dan kemuliaan nama-Nya.


Semoga dengan “samir” dan mulainya Kirab Salib AYD di Kota Yogyakarta ini, kita semakin diingatkan kembali akan tugas-tugas konsekuensi perutusan kita sebagai murid Kristus, "Sekarang kamu mengikat pinggangmu dan berjalan kemanapun kamu suka, akan tetapi tiba saatnya kamu akan diikat dan dibawa ketempat yang tidak kamu kehendaki."

Selamat memulai peziarah dalam Kirab Salib AYD 2017, semoga kita senantiasa semakin siap menjadi Bregada-Bregada Kerajaan Allah, yang dengan tulus hati dan berani melayani Ia, sesama, dan lingkungan ditengah masyarakat yang beragam demi kemuliaan dan kebesaran nama-Nya.#Yulius Hastanto

Share on Google Plus

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar